Tampilkan postingan dengan label Profil Wilayah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Profil Wilayah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 April 2011

Gambaran Umum Kecamatan Kebumen

Keadan Geografi
Kecamatan Kebumen termasuk dalam wilayah Kabupaten Kebumen yang terletak di Ibukota Kabupaten Kebumen , mempunyai luas 4.206.500 Ha atau 42.065 Km2 terletak pada posisi garis lintang 70 270 – 70 500 LS dan 1090 1100 BT dengan batas batas wilayah sebagai berikut :

  • Sebelah Barat : Kecamatan Pejagoan, Klirong
  • Sebelah Utara : Kecamatan Alian
  • Sebelah Selatan : Kecamatan Buluspesanten, Klirong
  • SebelahTimur : Kecamatan Kutowinangun,Poncowarno

Kecamatan Kebumen terdiri dari 24 desa dan 5 kelurahan. Adapun kelurahan yang ada di Kecamatan Kebumen yaitu Kelurahan Selang, Kelurahan Tamanwinangun, Kelurahan Panjer, Kelurahan Kebumen dan Kelurahan Bumirejo. Pada tahun 2009 jumlah rukun warga (RW) sebanyak 138 RW dan dibagi menjadi 587 Rukun tetangga (RT). Desa/Kelurahan yang mempunyai RW paling banyak adalah Kelurahan Panjer dengan 12 RW dan Kelurahan TamanWinangun dengan 10 RW. Desa/Kelurahan yang mempunyai RT paling banyak adalah Kelurahan Tamanwinangun yaitu sebanyak 48 RT, Kelurahan Panjer sebanyak 46 RT, Kelurahan Kebumen sebanyak 44 RT dan Kelurahan Bumirejo sebanyak 42 RT. Sedangkan desa yang paling sedikit membawahi RT adalah Desa Kembaran yaitu sebanyak 7 RT.

Walaupun Kecamatan Kebumen merupakan letak Ibukota Kabupaten Kebumen, namun tidak semua desa di Kecamatan Kebumen sudah merupakan daerah perkotaan. Ada beberapa desa yang masih termasuk pedesaan, yaitu Desa Mengkowo, Desa Gesikan, Desa Kalibagor, Desa Argopeni, Desa Roworejo, Desa Tanahsari, Desa Bandung, Desa Kalijirek, Desa Candiwulan dan Desa Jemur. Desa-desa tersebut merupakan desa di wilayah Kecamatan Kebumen yang terletak di daerah pedesaan.

Dilihat dari luas wilayah, desa di Kecamatan Kebumen yang memiliki luas paling besar adalah Desa Tanahsari dengan luas 278 Ha, Desa Jemur dengan luas 231 Ha dan Desa Gesikan dengan luas 203 Ha, sedangkan desa yang mempunyai luas paling kecil adalah Desa Kembaran dengan luas 58 Ha, Desa Kawedusan dengan luas 68,60 Ha dan Desa Kutosari dengan luas 81 Ha.

Kependudukan
Jumlah penduduk Kecamatan Kebumen pada tahun 2009 berdasarkan hasil proyeksi Badan Pusat Statistik Kabupaten Kebumen sebanyak 123.548 jiwa, dengan rincian 61.988 laki-laki dan 61.560 perempuan. Dibandingkan dengan Penduduk kecamatan yang lain, penduduk Kecamatan Kebumen merupakan yang paling banyak, dimana total penduduk Kabupaten Kebumen pada tahun 2010 adalah 1.250.856 jiwa, sehingga persentase penduduk Kecamatan Kebumen terhadap total penduduk Kabupaten Kebumen adalah 9,87%.

Dengan melihat jumlah penduduk laki-laki dan jumlah penduduk perempuan di Kecamatan Kebumen, maka sex ratio untuk Kecamatan Kebumen sebesar 101, hal ini menunjukkan jumlah penduduk laki-laki masih lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuan. Penduduk Kecamatan Kebumen yang paling banyak berada di Kelurahan Panjer dengan jumlah penduduk sebesar 9.926 jiwa, Kelurahan Tamanwinangun dengan jumlah penduduk sebesar 9.187 jiwa, Kelurahan Bumirejo dengan jumlah penduduk sebesar 8.643 jiwa dan Kelurahan Kebumen dengan jumlah penduduk sebesar 8.556 jiwa.

Sedangkan desa yang paling sedikit jumlah penduduknya adalah Desa Kembaran dengan jumlah penduduk sebanyak 1.525 jiwa. Dilihat dari kelompok umur, penduduk yang berusia dibawah 15 tahun sebesar 40,57% atau 50.119 jiwa dan jumlah penduduk yang berusia 65 tahun keatas berjumlah 23.815 jiwa atau sebesar 19,28% sedangkan penduduk yang berusia 15 tahun sampai dengan 65 tahun sebesar 40,15% atau berjumlah 49.614 jiwa.

Keadaan Sosial Ekonomi
Sebagai ibukota Kabupaten Kebumen, dari segi perekonomian, Kecamatan Kebumen merupakan kecamatan yang potensial, hal ini dapat dilihat dari jumlah toko-toko atau bangunan pertokoan maupun jumlah pasar. Pada tahun 2009 jumlah kelompok pertokoan di kecamatan Kebumen sebanyak 8 kelompok pertokoan, sedangkan jumlah bangunan pasar sebanyak 6 pasar.

Jumlah Hotel atau penginapan di Kecamatan Kebumen pada tahun 2009 sebanyak 10 hotel, dengan demikian fasilitas penginapan telah tersedia di Kecamatan Kebumen. Sedangkan jumlah rumah makan atau restoran di Kecamatan Kebumen pada tahun 2009 sebanyak 15 rumah makan.

Di sektor perbankan, jumlah bank umum di Kecamatan Kebumen sebanyak 9 bank, dengan demikian fasilitas perbankan di Kecamatan Kebumen dapat dikatakan telah terpenuhi, sehingga dapat memudahkan masyarakat yang hendak bertransaksi, baik menabung, meminjam, mentransfer dan lain-lain.

Sektor pertanian di Kecamatan Kebumen masih merupakan tulang punggung perekonomian, hal ini disebabkan sebagian besar penduduk Kecamatan Kebumen merupakan petani, baik petani yang mempunyai sawah atau ladang sendiri maupun petani yang hanya menjadi penggarap sawah atau ladang milik orang lain.

Pada tahun 2009 produksi padi untuk musim tanam I sebanyak 16.882,16 ton, dengan luas panen 2.310 Ha, sedangkan untuk musim tanam II produksi padi sebanyak 16.733,23 ton dengan luas panen 2302 Ha. Untuk bidang pertanian tanaman pangan, ditahun-tahun yang akan datang diharapkan produksi padi dapat ditingkatkan lagi sehingga kebutuhan akan padi/beras dapat terjamin dan tidak akan terjadi kekurangan beras.



Senin, 04 April 2011

Dukuh Watubarut Desa Gemeksekti

Watubarut adalah nama sebuah perdukuhan di Desa/Kelurahan Gemeksekti Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen. Dukuh watubarut terletak pada sebelah utara kota kebumen tepatnya pada jalan Cincin Kota atau lebih dikenal dengan jalan "Cinta".
Terletak kurang lebih 3 Km dari pusat kota kebumen. Warga dukuh watubarut terdiri dari 5 Rukun Tangga. Mulai dari sisi sebelah selatan masuk dari arah kota kalian bisa melihat persawahan yang luas nan hijau asri sebelum memasuki dukuh watubarut.
Batas sebelah selatan adalah Desa Bumirejo, sebelah Timur Desa Karangsari, sebelah Utara Desa Jemur Clowok dan sebelah barat Perumahan Prajamukti.
Pada tahun sekitar 70'an watubarut sangat terkenal dengan kain Batiknya. Dulu hampir tiap orang bisa membuat kerajinan Batik. Namun saat sekarang ini sudah berkurang bahkan mencari orang yang bisa membuat kerajinan batik sekarang susah. Banyak masyarakat watubarut saat sekarang ini yang merantau ke luar daerah. Namun ada juga yang tetep tinggal dan mencari penghasilan di daerah sendiri.
Demikian selayang pandang yang dapat kami uraikan dan mohon maaf karena baru bisa menulis sekelumit mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua serta menambah informasi mengenai daerah khususnya pedesaan dan perdukuhan diwilayah kabupaten Kebumen.

Sumber: Tulisan Sularso, Watubarut, Gemeksekti

Selasa, 22 Februari 2011

Mengenal Posyandu Lansia "Peduli Sehat" Desa Karangsari

Posyandu Lansia "Peduli Sehat" desa Karangsari berdiri sejak 22 desember 2004. Didirikan atas prakarsa masyarakat desa Karangsari, terutama di lingkungan RW 2 dukuh Kewangen, di bawah kepemimpinan RW bapak Soenardi BSc. Pelaksanaan kegiatan 1 x sebulan yaitu pada hari sabtu minggu ketiga, bertempat di rumah salah seorang warga dukuh kewangen yang kebetulan seorang pensiunan.


Kegiatan Posyandu Lansia "Peduli Sehat"
Adapun kegiatan - kegiatan rutinnya:
  1. Penyuluhan tentang: kesehatan, batra, gizi, olah raga lansia, pengenalan penyakit - penyakit pada lansia, terutama degeneratif beserta tindakan antisipasi, 
  2. Siraman rokhani, 
  3. Pemeriksaan kesehatan dan pengobatan / pusling
  4. Pemeriksaan laboratorium sederhana, 
  5. Olah raga lansia, dan pemberian makanan kudapan bagi lansia.. 

Pendanaan
Sumber dana kegiatan Posyandu diperoleh dari: donatur relawan tetap dan tidak tetap, swadaya masyarakat RW, iuran sukarela dari pengunjung lansia, dan PKK desa.Meskipun posyandu lansia milik warga RW II / kewangen desa karangsari, namun pengunjung tidak hanya dari RW setempat, tapi ada dari RW 3, RW 5, RW 1, dan bahkan dari luar desa, diantaranya desa jemur yang berjarak sekitar 2 - 3 km dari lokasi.

Jumlah kunjungan
Pengunjung posyandu lansia " Peduli Sehat" desa Karangsari tidak tetap, berkisar antara 25 - 70 orang.   Rasa memiliki dari warga setempat membuat posyandu tersebut tetap berjalan meskipun belum sesuai harapan dan keinginan warga, seperti ada dokter yang memeriksa di posyandu. Selama ini kegiatan pengobatan dan pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh seoarang paramedis dan bidan pembina wilayah desa karang sari, di bantu oleh kader - kader kesehatan lansia.Meski demikian segenap pengurus / kader tetap berinovasi demi kamajuan posyandu dan mencari relawan dokter untuk bergabung. Ada beberapa rencana kegiatan yang hingga kini belum terlaksana, diantaranya: jalan sehat lansia, mengundang psikolog untuk kepentingan konseling bagi lansia, dan wisata tadabur alam bagi lansia.

Rabu, 26 Januari 2011

Desa Karangsari

Karangsari adalah desa di kecamatan Kebumen, Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia.Berjarak sekitar 2 kilometer dari pusat kota kabupaten. Terbagi menjadi 5 dukuh yaitu Klepubener, Kewangen, Karangasem, Ampel dan Kesambi.

Senin, 24 Januari 2011

Kelurahan Bumirejo



Bumirejo adalah kelurahan di Kecamatan Kebumen, Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia. Kelurahan Bumirejo memiliki 6 RW dan 41 RT. Kelurahan/desa ini terletak di dataran yang memiliki luas wilayah 147,6 ha dengan ketinggian 20 m di atas permukaan laut beriklim tropis. Posisi Kelurahan Bumirejo berbatasan dengan Desa Gemeksekti sebelah utara, Kelurahan Kebumen di sebelah selatan, Kelurahan Kawedusan di sebelah timur, serta Desa Kutosari di sebelah barat.

Sumber: Wikipedia Berbahasa Indonesia